Aneh! Dua Pulau Tak Berpenghuni pun Kena Dampak Kebijakan Tarif Trump  

Jejak Kunjungan Terakhir Orang Tercatat 10 Tahun Lalu

Pulau Tak Berpenghuni
TERDAMPAK KEBIJAKAN: Pulau Heard yang terdampak kebijakan Presiden AS Donald Trump.ABC/NET

Di Pulau Heard dan McDonald hanya ada bongkahan es dan penguin. Anehnya, data Bank Dunia yang dijadikan dasar kebijakan Donald Trump menyebut AS mengimpor jutaan dolar dari dua pulau milik Australia itu, tanpa dijelaskan apa persisnya barang yang dimaksud.

Tak mudah sampai ke dua pulau dekat kutub selatan itu. Perjalanan dengan kapal dari Perth, Australia, bisa memakan waktu dua pekan.

Bacaan Lainnya

Pulau Heard dan Pulau McDonald, nama dua pulau tersebut, termasuk wilayah paling terpencil di bumi. Secara administratif, keduanya termasuk wilayah terluar Australia.

Mengutip The Guardian, tak ada orang yang menghuni gugusan pulau tersebut. Hanya ada bongkahan es dan penguin. Bahkan, kunjungan terakhir orang ke sana tercatat 10 tahun silam.

Toh keduanya tetap tak imun dari ”amukan” Donald Trump. Dalam daftar negara yang terkena kebijakan baru yang dirilis presiden Amerika Serikat tersebut pada Rabu (2/4/2025) malam waktu Washington DC, keduanya dikenai tarif barang 10 persen.

Baca Juga :  Akhmad Rafif Adyvka, Putra Sampit yang Torehkan Prestasi hingga Nasional di Bidang Fashion

”Benar-benar tak ada tempat yang aman di bumi ini,” seloroh Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyikapi kebijakan Trump tersebut Rabu (3/4/2025).

Pulau terluar Australia lainnya yang juga terkena dampak kebijakan tarif Negeri Paman Sam itu adalah Pulau Cocos (Keeling), Pulau Christmas, dan Pulau Norfolk. Tak seperti Heard dan McDonald, pulau-pulau tersebut berpenghuni.

Norfolk, misalnya, yang berjarak 1.600 kilometer barat laut Sydney terkena tarif yang lebih tinggi 19-29 poin dari semua tempat lain di Australia. Pada 2023, menurut data Observatory of Economic Complexity, dari Norfolk diekspor sepatu kulit senilai USD 655.000 ke AS.

Tapi, Administratur Pulau Norfolk George Plant membantah data tersebut. ”Tak ada siapa pun yang mengekspor barang dari Norfolk ke AS dan tak ada pula kebijakan tanpa tarif atau non-trade barriers untuk semua barang yang masuk ke Norfolk,” ujar Plant.

Albanese menambahkan, Pulau Norfolk jelas bukan kekuatan ekonomi yang menjadi kompetitor AS. ”Dengan dikenai tarif 29 persen itu menunjukkan fakta kalau tak ada tempat yang aman di bumi ini,” katanya.



Pos terkait