SAMPIT, RadarSampit.com-Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Rimbun menyatakan, semangat masyarakat untuk menuntut kewajiban plasma dari areal perusahaan besar swasta (PBS) sawit, semakin menguat.
Menurutnya, warga dari berbagai desa akan melakukan aksi unjuk rasa menuntut program plasma sawit. Dalam pekan ini saja ungkapnya, ada sejumlah warga desa yang akan bergabung melakukan aksi unjuk rasa ke beberapa grup PBS sawit.
“Masyarakat sudah menyadari bahwa mereka harus mengikuti pola yang dilakukan di Seruyan. Mereka ,menginginkan plasma 20 persen itu karena selama ini masyarakat lokal ini diam dan seakan tidak pernah diperhatikan oleh pihak perusahaan,ujarnya, kemarin.
Tidak hanya itu lanjutnya, warga pun turut mendesak agar anggota DPRD Kotim turun memimpin aksi itu di lapangan. “Saya akan turun tangan karena ini berkaitan dengan kepentingan masyarakat di Desa Biru Maju Kecamatan Telawang. Karena masyarakat tidak bisa dibiarkan sendiri memperjuangkan haknya. DPRD harus membantu itu,”imbuhnya.
Rimbun menilai, aksi unjuk rasa menuntut plasma 20 persen di PBS itu merupakan sebuah kewajaran. Asalkan masyarakat yang melakukan aksi ini tidak berbuat anarkis dan melanggar hukum.
“Karena ini adalah bentuk puncak protes masyarakat. Selama ini saya akui dari waktu ke waktu pemerintah daerah pun tidak mampu menyelesaikan persoalan ini. Masyarakat sudah tidak memercayai segala urusan mereka jika di lapor ke pemerintah daerah, karena penyelesaiannya selalu kalah di pihak masyarakat,”pungkas Politikus PDI Perjuangan ini.(ang/gus)