Gonggongan Anjing Tandai Kehadiran Ular Kobra

Ular Kobra
HATI-HATI: Tim Rescue Diskarmat Palangka Raya saat melakukan evakuasi seekor ular Kobra dari salah satu rumah warga di komplek Mahir Mahar Permai, Palangka Raya, Minggu (29/7/2024) (Istimewa)

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Kedatangan seekor ular Kobra berwarna hitam kembali membuat panik warga. Kali ini di jalan Mahir Mahar, perumahan Mahir Mahar Permai.

Ular itu masuk ke rumah salah satu warga setempat bernama Sumarti (45), dan sempat bersembunyi di dekat kompor, hingga mengancam penghuni rumah, Minggu (28/7/2024).

Bacaan Lainnya

Sumarti sempat mengambil garam dan menyebarkannya agar ular tidak masuk ke dalam rumah. Namun akhirnya ia meminta bantuan petugas ke  Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) Palangka Raya.

”Terkejut dengan adanya ular itu dan  baru pertama melihat ular dengan posisi kepala tegak,” ungkapnya.

Kepala Seksi Pengendali Operasi Komunikasi Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) Palangka Raya Sucipto menyatakan, diduga ular  itu mau mencari mangsa hingga masuk ke rumah warga.

”Diduga mencari makan ular itu masuk ke rumah warga dan  bersembunyi. Ketahuan terlihat bersembunyi di balik penutup kompor minyak. Kepalanya keluar,” ujarnya.

Baca Juga :  Disdik Palangka Raya Gelar Bimtek Bagi 100 Tenaga Pendidikan TK dan SD

Diungkapkan Sucipto, mulanya pemilik rumah tidak tahu ada ular di halaman rumahnya. Bahaya itu diketahui setelah mendengar dari dalam rumah ada suara anjing penjaga rumah menggonggong.

Lalu lanjutnya, lantaran curiga, pemilik rumah keluar pintu dan memastikan ada apa dengan suara anjingnya menggonggong.

Kemudian, setelah diamatinya terlihat ada seekor ular kobra warna hitam sedang menuju samping rumah tempat tumpukan barang-barang rumah tangga.

Setelah itu pemilik rumah pun melapor ke tim penyelamat.

Saat tim melakukan pencarian di dalam rumah tersebut, muncul suara mendesis dan bentuk badannya tidak terlihat.

Namun lanjut Sucipto, setelah ditelisik kembali secara pelan-pelan baru terlihat badan ular itu bersembunyi di balik kertas koran penutup kompor. Kepalanya keluar, dan langsung ditangkap tim penyelamat.

Diungkapkannya pula, upaya evakuasi ular itu memakan waktu sekitar 45 menit, lantaran yang dihadapi adalah binatang berbahaya dan jika salah sedikit bisa membahayakan petugas lapangan.

Sucipto menambahkan, penangkapan dilakukan dengan teknik menekan dengan alat penekan ular sebelum dijepit. Kemudian ditekan dulu bagian dadanya sehingga membuat ruang gerak ular itu terbatas.



Pos terkait