Radarsampit.com – Insiden balon udara jatuh selama perayaan Lebaran dan membuat geger warga di Tiga wilayah di Provinsi Jawa Timur. Wilayah itu yakni Kota Blitar, Kabupaten Malang, dan Tulungagung, dari hari pertama Lebaran (31/3) hingga sehari setelah Lebaran pada Rabu (2/4).
Dampak yang ditimbulkan cukup serius. Beberapa rumah dan kendaraan mengalami kerusakan dengan total kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Selain itu, ribuan warga mengalami pemadaman listrik, dan seorang warga mengalami luka akibat insiden tersebut.
Salah satu insiden terjadi di Dusun Bancang, Desa Gandong, Kecamatan Bandung, Tulungagung, pada 2 April. Sebuah balon udara disertai petasan jatuh di rumah milik Turmudi, menyebabkan anaknya, Mujadi, mengalami luka lecet di wajah dan tangan.
Mobil Daihatsu Xenia milik Mujadi yang sedang diparkir karena dirinya tengah mudik juga mengalami kerusakan akibat ledakan yang terjadi.
Menurut keterangan Mujadi, balon udara itu jatuh di atas rumah orang tuanya sebelum terjadi tiga ledakan kecil yang disusul dua ledakan besar. Ia mengalami luka saat mencoba mengecek kondisi mobilnya setelah ledakan pertama terjadi.
Mujadi menduga balon udara tersebut diterbangkan oleh warga dari kampung sebelah, berdasarkan arah terbangnya sebelum jatuh.
Kapolsek Bandung, AKP Anwari, menduga balon udara itu bukan berasal dari Kecamatan Bandung. Sebelumnya, pihak kepolisian telah melakukan sosialisasi untuk mencegah penerbangan balon udara yang berbahaya.
Dari hasil penyelidikan sementara, balon udara tersebut diduga berasal dari Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan, Trenggalek, yang bertetangga dengan Bandung.
Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk satu unit mobil yang mengalami kerusakan, tiga petasan yang belum meledak, dan satu arko merah yang ditemukan di lokasi diduga tempat peluncuran balon udara.
Total kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp 30 juta. Kerusakan mencakup material rumah serta mobil yang mengalami kerusakan parah di bagian kabin dan bodi sebelah kiri.