NANGA BULIK, radarsampit.com – Dua warga atas nama Anang Murdani dan Deni alias OE, akhirnya berurusan dengan aparat hukum lantaran aktivitasnya menjual pupuk oplosan alias palsu terbongkar, oleh laporan dari salah satu pembelinya.
Keduanya sudah jadi terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Nanga Bulik, dan sudah mendapatkan vonis 7 bulan penjara oleh hakim pada persidangan, Rabu (12/6/2024).
“Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana memperdagangkan barang yang tidak sesuai dengan mutu dan janji yang dinyatakan dalam label penjualan barang”, ucap ketua majelis hakim, Achmad Soberi.
Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa, karena sebelumnya kedua orang pelaku pemalsuan pupuk ini dituntut masing -masing sembilan bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Muhammad Afif Hidayatullah.
JPU mengungkapkan, kedua terdakwa dituntut terpisah. Anang Murdani selaku pembuat pupuk oplosan dan terdakwa Deni alias OE yang memasarkan.
“Awalnya mereka berdua bertemu dan kenalan di daerah pelabuhan Kalap Kabupaten Kotawaringin Barat saat Deni bekerja bongkar muat pupuk milik Anang. Deni kemudian bertanya kepada Anang apakah menjual pupuk murah oplosan. Setelah diiyakan oleh Anang , Deni kemudian menawarkan diri untuk turut menjualnya,” beber Afif.
Ia melanjutkan, Pupuk Mahkota Fertilizer dijual Anang seharga Rp 200.000. Lalu DENI akan jual ke konsumen dengan harga Rp280.000 dan membayar dengan cara cash tempo atau membayar pupuk oplosan setelah pupuk tersebut terjual kepada konsumen.
“Diketahui harga pasaran pupuk merk tersebut yang ditetapkan PT Sentana Adidaya Pratama selaku produsen pupuk tersebut, adalah Rp350.000 , ” tambah Afif.
Kemudian lanjutnya, bulan Januari awal tahun tadi, Deni pesan 10 karung. Ia melakukan penjualan pupuk oplosan tersebut melalui akun facebook Aprilia OE seolah-olah pupuk asli dengan merk Mahkota Fertilizer dengan harga murah. Pupuk palsu/oplosan tersebut berasal dari Desa Sungai Rangit, Pangkalan Lada Kotawaringin Barat.