Begini Gejala Umum Tertular Scabies dan Cara Pengobatannya

scabies
Ilustrasi. (net)

Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah juga meningkatkan risiko terkena scabies. Kondisi ini khususnya berlaku untuk Norwegian scabies.

Sistem kekebalan tubuh yang lemah membuat tungau berkembang biak dengan subur. Hal ini disebabkan oleh orang dengan imun rendah tidak mampu melawan tungau. Tanpa perlawanan dari tubuh, tungau akan berkembang biak dengan sangat cepat.

Bacaan Lainnya

Lansia, orang dengan HIV/AIDS, penerima transplantasi organ, pengidap kanker, dan orang yang sedang menjalani kemoterapi juga sangat berisiko terkena skabies.

Diagnosis dan Pengobatan

Dokter biasanya akan mendiagnosis kudis atau skabies dengan cara memeriksa kulit dari kepala hingga kaki. Dokter akan mencari tanda-tanda keberadaan tungau dari tampilan kulit Anda.

Untuk memastikannya, biasanya dokter akan mengambil sedikit sampel kulit atau biopsi kulit yang dicurigai menjadi tempat bersarangnya tungau.

Dokter kemudian akan melihatnya di bawah mikroskop untuk menemukan tungau dan telurnya. Dari sinilah dokter akan bisa melihat apakah Anda memang terkena kudis atau tidak.

Baca Juga :  Dibekap di Kamar Kos, Pelajar SMK di Sampit Ini Nyaris Diperkosa OTK

Kudis atau scabies bisa dihilangkan dengan obat-obatan. Adapun berbagai obat kudis yang biasanya diresepkan oleh dokter untuk mengatasi kondisinya, yakni

  • 5% krim permethrin, untuk menghilangkan kudis dan telurnya (untuk anak 2 bulan ke atas dan wanita hamil).
  • 25% persen losion benzyl benzoate.
  • 5 sampai 10% salep sulfur.
  • 10% krim crotamiton (tidak boleh digunakan untuk anak dan wanita hamil).
  • 1% losion lindane (tidak untuk anak di bawah dua tahun, wanita hamil atau menyusui, lansia, dan orang yang memiliki berat kurang dari 50 kg).
  • Selain krim, losion, dan ivermectin, dokter juga akan memberikan kombinasi perawatan lain seperti sebagai berikut.
  • Antihistamin, untuk mengendalikan rasa gatal dan membantu tidur.
  • Losion Pramoxine, untuk mengendalikan rasa gatal.
  • Antibiotik, untuk menghilangkan infeksi.
  • Krim steroid, untuk mengurangi kemerahan, bengkak, dan gatal.

Mengatasi Bekas Kudis

Setelah luka sembuh, terkadang penyakit ini dapat meninggalkan bekas. Setelah tungau mati, bintik-bintik merah yang mengering ini akan berubah warna jadi lebih gelap dibanding kulit di sekitarnya seperti bekas jerawat.



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *