Tingkatkan Rasio Elektrifikasi, PLN Bangun Gardu Induk di Lamandau

Gardu induk PLN
GARDU INDUK KUJAN: proses pembangunan gardu induk PLN yang berada di Desa Kujan guna meningkatkan daya mampu listrik di wilayah tersebut. (ISTIMEWA/RADAR SAMPIT)

NANGA BULIK – Pembangunan gardu induk PLN di Kabupaten Lamandau terus berlanjut. Dukungan masyarakat untuk membantu penyelesaian fasilitas kelistrikan menjadi keharusan. Oleh karena itu Manajer PT. PLN (Persero) UPP KLB – 2 Ketapang menemui Bupati Lamandau untuk memastikan kelancaran proses pembangunannya.

“Mereka meminta dukungan pelaksanaan pembangunan kelistrikan yang sedang dilaksanakan berupa gardu induk yang berlokasi di Desa Kujan,” kata Bupati lamandau Hendra Lesmana

Menurutnya progres pembangunan saat ini telah mencapai 67 persen, selanjutnya target pembangunan selesai bulan Maret 2022. “Tentu saja kita dukung karena kelistrikan merupakan salah satu program prioritas kita,” lanjut Hendra.

Selain gardu induk,  lanjutnya, juga akan ada pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang menghubungkan gardu induk Kobar – Sukamara – Lamandau sebanyak 116 titik. Di Kabupaten Lamandau saja terdapat 67 titik ditargetkan selesai akhir tahun 2022.

“Dengan beroperasinya gardu induk tersebut, maka diharapkan Kabupaten Lamandau tidak akan mengalami kekurangan daya listrik,” harap Hendra.

Terkait dengan rasio elektrifikasi Kabupaten Lamandau, saat ini baru mencapai 68 persen dan terdapat beberapa desa yang belum dialiri listrik. Untuk itu Bupati juga meminta pembangunan jaringan listrik PLN ke desa – desa yang saat ini masih belum berlistrik.

Baca Juga :  PT GSIP - AMR Distribusikan Zakat Fitrah dari Karyawannya untuk Delapan Desa

Dalam kesempatan dibahas juga pembangunan listrik di Desa Nanga Palikodan, Bukit Jaya, dan sekitarnya. Pembangunan sudah mencapai 90 persen target selesai tanggal 27 Oktober 2021.

Sementara itu Manager PLN  ULP Nanga Bulik Adriansyah saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa pembangunan GI di Kabupaten Lamandau akan sangat bermanfaat. Diantaranya untuk meningkatkan daya mampu pelayanan dalam meningkatkan rasio elektrifikasi.

“Saat ini daya mampu pembangkit isolated Nanga Bulik sebesar 6,5 MW dan beban puncak sebesar 5,4 MW tersisa 1,1 MW. Dengan sisa tersebut sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan permohonan listrik baru, khusus untuk grid listrik desa dan iklim investasi di Kabupaten Lamandau dengan keberadaan gardu induk maka kapasitas daya mampu pelayanan menjadi sebesar 30 MW,” terangnya.



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *