Waspada, Sungai Kahayan Rawan Meluap

Sungai Kahayan
TENGAH KOTA: Salah satu sisi Sungai Kahayan yang mengalir di bawah Jembatan Kahayan Palangka Raya, dan terkadang meluap akibat air kiriman dari daerah sekitarnya.(dok.radarsampit)

PALANGKA RAYA – Beberapa hari terahir,  debit air Sungai Kahayan terlihat mengalami kenaikan, yang datang dari air kiriman wilayah sekitarnya. Dan hingga Rabu (30/6) kemarin, belum ada tanda yang memperlihatkan debit air akan mengalami penurunan.

Kondisi ini juga menjadi perhatian Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya Nenie A Lambung, hingga dirinya mengingatkan semua pihak termasuk masyarakat untuk waspada  akan naiknya debit air sungai secara tiba-tiba.

Bacaan Lainnya

Dirinya pun meminta semua pihak terkait untuk terus mematau perkembangan debit air. Karena dikhawatirkan akan mengalami kenaikan secara tiba-tiba, yang bisa berdampak merendam permukiman masyaraka sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) tersebut.

“Sejak dini masyarakat atau pihak terkait  agar terus memantau perkembangan debit airnya. Perlu ada imbauan kepada masyarakat di sepanjang DAS Kahayan, agar waspada,” ujarnya baru-baru ini.

Baca Juga :  Agustiar Tegaskan Komitmen Jaga Kelestarian Budaya

Nenie juga menganjurkan agar masyarakat bisa meihat tanda-tanda alam apabila debit air akan mengalami kenaikan. Menurutnya setiap perubahan debit air akan terlihat, terutama dengan banyaknya sampah dan ranting pohon yang hanyut terbawa arus sungai yang deras.

“Masyarakat di sepanjang DAS tentunya tahu tanda-tanda alam apabila debit air meingkat. Juga harus saling mengingatkan satu dengan yang lainnya, apabila air sungai naik tiba-tiba,” imbuhnya.

Dirinya juga berpesan agar para anak-anak dijaga apabila bermain di sekitar sungai tersebut, mengingat perubahan debit air bisa menimbulkan bahaya bagi mereka.

“Jagan biarkan anak-anak bermain di pinggir sungai bila debit air belum menentu. Jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan nantinya. Selain itu pihak keamanan, seperti Polairut agar selalu melakukan imbauan dan patauan debit air secara berkala,” pungkas Nenie A Lambung.(agf/gus)

 



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *